Minggu, 10 Maret 2013

Cara Mudah Membuat OS Ubuntu Portable


Anda pengguna Linux dan sering beraktivitas dengan OS open source ini? Apa yang terjadi bila anda ingin memakai Linux akan tetapi mendapati komputer yang ber-OS lain? Cukup dengan berbekal dengan flashdisk dan PC ber OS apapun anda bisa menjalankan Ubuntu dari flashdisk mungkin dulu kita memakai Live CD untuk bisa menikmati Ubuntu di PC lain tapi sekarang sudah tak jamannya lagi kemana-mana membawa CD.



Kenapa harus Ubuntu sementara masih banyak distro lain bertebaran diluar sana? Salah satu alasan terkuat adalah Ubuntu merupakan distro yang kompatibel di segala jenis komputer dan tampilannya pun mudah dipahami dan sederhana.

Apabila anda memiliki flashdisk berkapasitas minimal 1GB (semakin besar lebih baik karena anda bisa menginstall bermacam-macam aplikasi) anda bisa menginstall OS Ubuntu langsung dan menjalankannya di PC manapun. Dan tool yang bisa digunakan untuk membuat Flashdisk Anda terisi Ubuntu, anda bisa menggunakan Unetbootin yang bisa diunduh di http://unetbootin.sourceforge.net/

Cara Membuat CD Repair Windows 7


Setiap Microsoft mengeluarkan operating system baru (termasuk Windows 7), mereka mengklaim kalau sistem operasi tersebut lebih stabil dari pendahulunya. Meskipun demikian, anda tidak akan pernah tahu suatu saat system yang stabil tersebut akan mengalami masalah. Alangkah lebih baik jika anda melakukan antisipasi guna meminimalisir akibat yang ditimbulkan oleh Windows 7 saat mengalami masalah.

Salah satu solusi persiapan yang dapat anda lakukan untuk mengantisipasi kerusakan tersebut adalah dengan cara membuat sebuah CD repair Windows 7 yang dapat digunakan untuk booting saat operating system  mengalami masalah. Windows 7 punya sebuah fitur yang dapat digunakan untuk membuat sebuah CD repair dengan langkah yang mudah.

Langkah kerjanya adalah sebagai berikut :

Sabtu, 19 Januari 2013

Pengertian Transistor


Pengertian transistor sebagai salah satu komponen elektronika adalah bahan yang terbuat dari alat semi konduktor, yang kebanyakan digunakan untuk menguatkan, memotong / switching, penyetabil tegangan, modulasi pada sinyal dan banyak kegunaan lainnya. Sebagai alat semikonduktor, transistor memiliki tiga buah elektroda / triode, yaitu emitor / pemancar; kolektor/ pengumpul; dan basis / dasar.

Sebagaimana disebut dalam pengertian transistor diatas, komponen ini memiliki banyak kegunaan lainnya. Salah satu diantaranya ialah dipakai untuk keran pada aliran listrik. Hal ini didasarkan pada FET / tegangan inputnya ataupun didasarkan pada BJT / arus inputnya, sehingga dapat terjadi aliran arus listrik yang begitu kuat dr sirkuit listrik bersumber. Tegangan hanya mempunyai satu buah terminal ialah emitor, yang penggunaannya bisa buat mengontrol tegangan serta arus yang lebih tinggi dari input basis-nya.

Fungsi Transistor


Fungsi transistor pada umumnya ada tiga kegunaan. Ketiga guna tersebut akan saya bahas dalam tulisan ini beserta gambar rangkaiannya agar penjelasannya dapat lebih mudah dimengerti. Tapi kalau belum tau pengertian transistor ataupun cara kerja nya, baca dulu ya artikel sebelumnya diblog ini. Kalau sudah, mari kita bahas satu-persatu kegunaannya.

Bias transistor

Fungsi transistor yang pertama adalah sebagai saklar. Dengan mengontrol bias dari transistor hingga komponen ini menjadi jenuh, akan menyebabkan seolah-olah diperoleh hubungan singkat diantara emitor dan kaki kolektor. Fenomena ini lah yang dapat dimanfaatkan hingga transistor bisa dipakai sebagai saklar elektronika.

Transistor Sebagai Saklar


Transistor sebagai saklar adalah salah satu fungsinya sebagaimana saya jelaskan pada artikel sebelum ini. Prinsip kerja dari komponen ini yang difungsikan sebagai saklar ialah dengan mendapatkan manfaat dari cut-off dan kondisi jenuh dari transistor itu sendiri, yang mana kedua keadaan tersebut bisa didapat dengan mengatur besarnya arus yang melewati basis dari transistor.

Saturasi atau disebut juga kondisi / keadaan jenuh akan didapat bila basis transistor dikasih arus yang cukup besar hingga transistor menjadi jenuh dan fungsinya menjadi saklar yang menutup. Sedangkan keadaan cut-off didapatkan apabila arus basisnya dilewati dengan arus yg amat kecil bahkan hampir nol amper, yang menjadikan transistor berfungsi sebagai saklar yg membuka.

Rangkaian Elektronika Sensor


Rangkaian Elektronika Sensor adalah jenis dari rangkaian tranduser yang penggunaannya sebagai pengubah besaran pada sinar / cahaya, mekanis, panas, magnetis, atau kimia; menjadi sebuah arus listrik dan tegangan. Sensor pada umumnya sering dipakai untuk mendeteksi sesuatu disaat kita melakukan pendalian ataupun pengukuran.

Jenis-jenis rangkaian sensor dalam prakteknya dilapangan pada umumnya adalah berupa sensor tekanan, sensor suhu, dan sensor cahaya. Dengan perkembangan teknologi sekarang ini, sensor-sensor tersebut dibuat dengan ukuran yang sangat kecil menggunakan orde nanometer. Selain keunggulan dari segi ukuran yang kecil, dengan sensor sekarang sangatlh mudah pemakaiannya dan hemat energi pula.